pbi.umsida.ac.id — Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Sidoarjo menggelar guest lecture bertema Business English Understanding and Finding Opportunities pada Rabu 3 Juni 2026 di Room 401 GKB 7 Kampus 3 Umsida.
Kegiatan ini menghadirkan Tino Salim S.S. M.M selaku CEO Salim Excellence Center sebagai narasumber utama yang membahas pentingnya kemampuan bahasa Inggris dalam membaca peluang bisnis, membangun relasi profesional, serta mengelola komunikasi di dunia kerja.
Kuliah tamu tersebut juga didampingi Dian Rahma Santoso S.Pd. M.Pd. selaku dosen pengampu yang berperan sebagai moderator dalam mengarahkan jalannya diskusi agar materi dapat diterima mahasiswa secara runtut dan aplikatif.
Melalui tema besar tersebut, mahasiswa diajak memahami bahwa Business English tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris, tetapi juga menyangkut cara membangun kesan, menyampaikan gagasan, dan memimpin komunikasi dalam konteks profesional.
“Everyone will easily forget our name and who we are, however, they will always remember the feeling when meeting us,” ujar Tino Salim dalam salah satu pesan yang ditampilkan saat sesi materi.
Pesan tersebut menjadi penekanan penting bahwa komunikasi bisnis tidak cukup hanya mengandalkan kata-kata yang benar, tetapi juga membutuhkan sikap, etika, kepercayaan diri, dan kemampuan menciptakan pengalaman positif bagi lawan bicara.
Komunikasi Profesional Jadi Kunci Peluang

Dalam pemaparannya, Tino Salim menekankan bahwa mahasiswa perlu berada satu langkah lebih maju dalam memahami cara mengorganisasi, mengelola, dan memimpin sebuah usaha atau kegiatan profesional.
“One step ahead of organizing, managing, and leading your business,” menjadi gagasan utama yang diperkenalkan dalam kuliah tamu ini sebagai dorongan agar mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna bahasa, tetapi juga mampu memanfaatkan bahasa sebagai modal kompetitif.
Materi tersebut relevan bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris karena kompetensi bahasa dapat dikembangkan lebih luas, baik sebagai bekal menjadi pendidik, pelatih bahasa, penerjemah, pengelola kursus, content creator edukatif, maupun pelaku usaha berbasis layanan komunikasi.
Tino Salim juga mengarahkan mahasiswa untuk melihat peluang dari kemampuan yang telah dimiliki, sebab bahasa Inggris dapat menjadi jembatan untuk membangun jaringan, menawarkan jasa, memperluas pasar, dan meningkatkan nilai diri di tengah persaingan kerja.
Melalui sesi ini, mahasiswa memperoleh gambaran bahwa dunia bisnis membutuhkan kemampuan komunikasi yang jelas, sopan, persuasif, dan mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan audiens.
Dian Rahma Santoso sebagai moderator turut menjaga dinamika forum dengan menghubungkan materi narasumber pada kebutuhan akademik mahasiswa, terutama dalam memahami hubungan antara teori bahasa, praktik komunikasi, dan kesiapan menghadapi dunia profesional.
Kehadiran moderator membuat diskusi berjalan lebih terarah karena mahasiswa tidak hanya menerima motivasi umum, tetapi juga diarahkan untuk menangkap poin penting yang berkaitan dengan pengembangan kompetensi lulusan PBI.
Tino Salim Mendorong Mahasiswa Bangun Kesan Positif

Kegiatan guest lecture ini menjadi ruang pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk memahami bahwa peluang karier tidak selalu datang dari bidang yang sempit, melainkan dapat dibangun melalui kombinasi kemampuan bahasa, kepercayaan diri, dan keberanian mengambil peran.
Narasumber memberikan perspektif bahwa kemampuan memperkenalkan diri, menyampaikan ide, mengelola relasi, dan menjaga kesan profesional merupakan modal penting yang sering menentukan keberhasilan seseorang dalam dunia kerja maupun bisnis.
“People may forget who we are, but they will remember how they feel when they meet us,” pesan Tino Salim yang kembali menegaskan pentingnya kesan emosional dalam komunikasi profesional.
Pesan tersebut sangat relevan dengan kebutuhan mahasiswa karena lulusan Pendidikan Bahasa Inggris tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga perlu memiliki personal branding yang kuat dan mampu membawa diri dalam berbagai situasi formal.
Kegiatan ini juga memperlihatkan komitmen PBI Umsida dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak berhenti di ruang kelas, tetapi terhubung langsung dengan pengalaman praktisi dan kebutuhan dunia kerja.
Dengan adanya kuliah tamu ini, mahasiswa diharapkan mampu melihat bahasa Inggris sebagai keterampilan strategis yang dapat membuka peluang lebih luas, baik dalam pendidikan, bisnis, maupun pengembangan karier profesional.
Guest lecture tersebut menjadi momentum penting bagi mahasiswa PBI Umsida untuk membangun kesadaran bahwa masa depan karier harus disiapkan sejak dini melalui kompetensi, jejaring, komunikasi, dan kemampuan menciptakan kesan positif di setiap pertemuan.
Penulis: Faza Finnaja


















