pbi.umsida.ac.id — Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menghadirkan Muhammad faisal ramadhani sebagai pemateri guest lecture di mata kuliah Business English: Understanding and Finding Opportunities.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, 8 Juli 2026, pukul 09.30 WIB, di Ruang 401 GKB 7 Kampus 3 Umsida.
Seluruh mahasiswa semester empat Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Umsida mengikuti kegiatan ini dengan antusias karena materi yang dibahas dekat dengan kehidupan mereka.
Mochammad Faisal Ramadhani selaku pemilik Rama Tour and Travel hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu, Dr Dian Rahmah Santoso M.Pd selaku dosen pengampu mata kuliah Business English bertindak sebagai moderator.
Membawa Pengalaman Bisnis ke Dalam Kelas 
Guest lecture ini diselenggarakan untuk menghubungkan teori dalam mata kuliah Business English dengan pengalaman nyata menjalankan usaha.
Faisal membagikan kisahnya ketika mulai membangun Rama Tour and Travel dari tahap awal hingga mampu melayani berbagai kebutuhan perjalanan wisata.
Usaha tersebut mulai dirintis pada 2023 dengan menawarkan perjalanan domestik, wisata edukasi, perjalanan religi, dan private trip.
Pada tahun berikutnya, Rama Tour and Travel memperluas pilihan paket sekaligus membangun kerja sama dengan hotel, penyedia transportasi, dan mitra perjalanan lainnya.
Pemanfaatan media sosial kemudian menjadi bagian penting untuk memperkenalkan layanan dan memudahkan calon pelanggan memperoleh informasi.
Faisal menjelaskan bahwa usaha travel tidak hanya menjual perjalanan, tetapi juga menawarkan rasa aman, kenyamanan, dan pengalaman yang berkesan.
Karena itu, setiap detail perlu diperhatikan sejak penyusunan jadwal, pemilihan kendaraan, akomodasi, konsumsi, hingga pendampingan selama perjalanan.
Hal menarik lainnya, Faisal masih berstatus sebagai mahasiswa semester empat Program Studi Hukum di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.
Fakta tersebut membuat peserta semakin tertarik karena narasumber berada pada fase usia dan jenjang pendidikan yang tidak jauh berbeda dengan mereka.
Kisah Faisal memperlihatkan bahwa mahasiswa dapat mulai membangun usaha tanpa harus menunggu lulus kuliah.
Status sebagai mahasiswa juga tidak menjadi alasan untuk menunda ide bisnis selama seseorang mampu mengatur waktu dan menjalankan tanggung jawabnya.
Belajar dari Tantangan dan Risiko Usaha

Dalam pemaparannya, Faisal tidak hanya menceritakan sisi menyenangkan ketika bisnis mulai berkembang dan dipercaya pelanggan.
Ia juga membagikan pengalaman sulit yang membuatnya belajar lebih hati-hati dalam mengambil keputusan.
Salah satu pengalaman yang paling membekas adalah ketika dirinya pernah tertipu oleh vendor bus yang menjadi mitra perjalanan.
Peristiwa tersebut mengajarkannya agar tidak mudah percaya pada penawaran menarik tanpa pemeriksaan yang jelas.
Ia kemudian semakin teliti memeriksa kondisi armada, kesepakatan harga, identitas vendor, serta kesiapan kendaraan sebelum keberangkatan.
Pelajaran itu penting karena kesalahan dalam bisnis travel dapat berdampak langsung pada kenyamanan pelanggan dan reputasi usaha.
Faisal juga menekankan bahwa komunikasi dengan pelanggan dan mitra harus dilakukan secara terbuka sejak awal.
Informasi mengenai jadwal, fasilitas, biaya, dan kemungkinan perubahan perlu disampaikan dengan jelas agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Pengelola travel juga harus siap menghadapi perubahan di lapangan karena perjalanan tidak selalu berjalan sepenuhnya sesuai rencana.
Kemampuan mengambil keputusan dengan cepat dibutuhkan ketika muncul kendala transportasi, perubahan cuaca, atau penyesuaian waktu kunjungan.
Rama Tour and Travel menawarkan beberapa program, seperti perjalanan edukasi sekolah, outbound, dan kegiatan perpisahan.
Setiap paket dapat mencakup transportasi, penginapan, konsumsi, tiket wisata, dokumentasi, pemandu, serta perlindungan perjalanan.
Materi tersebut membuat mahasiswa memahami bahwa bisnis travel membutuhkan perencanaan rinci dan kerja sama dengan banyak pihak.
Pengusaha juga harus menjaga hubungan dengan pelanggan karena kepercayaan menjadi salah satu modal utama dalam bisnis jasa.
Kesalahan yang tidak segera ditangani dapat merugikan pelanggan sekaligus menurunkan citra usaha yang telah dibangun.
Sebaliknya, pelayanan yang baik dapat membuat pelanggan kembali menggunakan jasa dan merekomendasikannya kepada orang lain.
Membuka Peluang Lebih Luas melalui Guest Lecture

Guest lecture ini memperlihatkan bahwa kemampuan bahasa Inggris tidak hanya berguna untuk menjadi guru atau bekerja di lembaga pendidikan.
Mahasiswa PBI memiliki bekal untuk masuk ke berbagai bidang selama mampu mengembangkan keterampilan komunikasi dan membaca peluang.
Dalam bisnis perjalanan, bahasa Inggris dapat digunakan untuk menyusun konten promosi dan menjelaskan paket wisata kepada calon pelanggan.
Kemampuan tersebut juga dibutuhkan ketika pengusaha berkomunikasi dengan wisatawan dari latar belakang dan negara yang berbeda.
Kemampuan berbicara di depan umum diperlukan ketika pengusaha menawarkan program kepada sekolah, perusahaan, komunitas, maupun pelanggan umum.
Cerita tentang proses merintis usaha, tantangan memilih vendor, dan perkembangan bisnis membuat suasana guest lecture terasa lebih hidup.
Sebuah bisnis tidak selalu dimulai dengan modal besar, tetapi dapat tumbuh dari keberanian mencoba dan kemampuan membangun relasi.
Ketelitian dan kemauan belajar dari kesalahan juga dibutuhkan agar usaha dapat terus bertahan ketika menghadapi masalah.
Kehadiran Faisal memberikan gambaran bahwa usia muda dan status sebagai mahasiswa bukan penghalang untuk membangun usaha secara serius.
Mahasiswa justru dapat memanfaatkan masa kuliah untuk memperluas jaringan, mencoba ide, dan meningkatkan kemampuan berkomunikasi.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami Business English sebagai mata kuliah.
Mereka juga diharapkan mampu menggunakan keterampilan tersebut untuk menciptakan peluang kerja dan usaha.
Pengalaman Faisal menunjukkan bahwa keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh ide, tetapi juga konsistensi, tanggung jawab, dan kemampuan bertahan saat menghadapi masalah.


















