sman 1 wonoayu

SMAN 1 Wonoayu Beri Inspirasi Kurikulum Merdeka bagi Mahasiswa Umsida

pbi.umsida.ac.idPengalaman langsung di lingkungan sekolah menjadi bagian penting dalam membentuk kompetensi calon guru.

Melalui Program Pengenalan Lapangan Persekolahan I yang diadakan di tanggal 13 April 2026, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) berkesempatan mengamati berbagai praktik pendidikan di SMAN 1 Wonoayu yang dikenal konsisten mengimplementasikan Kurikulum Merdeka sekaligus memperkuat pendidikan karakter.

Kegiatan yang berlangsung pada April 2026 tersebut diikuti oleh delapan mahasiswa dan didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Dian Rahma Santoso, M.Pd.

Selama observasi, mahasiswa mempelajari berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan, mulai dari budaya sekolah, tata kelola organisasi, pelaksanaan kurikulum, hingga kompetensi profesional guru.

Kehadiran mahasiswa Umsida disambut baik oleh pihak sekolah.

Kepala SMAN 1 Wonoayu, Dr. Ririn Faridah, M.Pd., menegaskan bahwa sekolah selalu terbuka untuk menjadi ruang belajar bagi calon pendidik.

“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa PLP I UMSIDA. Dunia pendidikan membutuhkan kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah agar calon guru memiliki pemahaman yang utuh tentang praktik pembelajaran di lapangan,” ujar Dr. Ririn.

Ia menambahkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka di SMAN 1 Wonoayu tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik.

“Sekolah tidak hanya bertugas mencerdaskan siswa secara akademik, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan mereka hidup bermasyarakat,” tambahnya.

Mengamati Integrasi Kurikulum dan Penguatan Karakter

sman 1 wonoayu

Selama kegiatan observasi, mahasiswa menemukan bahwa nilai-nilai karakter menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan di SMAN 1 Wonoayu.

Berbagai pembiasaan positif diterapkan secara konsisten, mulai dari budaya 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun) hingga kegiatan religius seperti salat dhuha dan salat dhuhur berjamaah.

Salah satu mahasiswa peserta PLP I mengaku terkesan dengan cara sekolah mengintegrasikan Kurikulum Merdeka dengan pendidikan karakter.

“Kami melihat secara langsung bahwa pembelajaran di sini tidak hanya mengejar nilai akademik. Nilai-nilai spiritual, moral, dan sosial benar-benar hadir dalam aktivitas sehari-hari siswa,” ungkapnya.

Mahasiswa tersebut juga menilai lingkungan sekolah sangat mendukung terciptanya proses belajar yang positif.

Menurutnya, suasana sekolah yang bersih, aman, dan tertata membuat siswa lebih nyaman dalam belajar.

Keberadaan fasilitas literasi seperti gazebo baca dan taman literasi juga menunjukkan keseriusan sekolah dalam membangun budaya membaca.

“Kami melihat banyak ruang yang mendorong siswa untuk belajar secara mandiri. Hal-hal seperti ini memberikan inspirasi bagi kami tentang bagaimana menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan,” katanya.

Belajar dari Guru Profesional SMAN 1 Wonoayu

sman 1 wonoayu

Salah satu fokus observasi mahasiswa adalah mengamati kompetensi guru dalam melaksanakan pembelajaran.

Berdasarkan hasil pengamatan, para guru di SMAN 1 Wonoayu menunjukkan penguasaan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian secara seimbang.

Mahasiswa mengamati bahwa guru mampu mengelola kelas secara interaktif serta memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

“Kami melihat penggunaan media pembelajaran yang menarik dan interaktif. Guru tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga melibatkan siswa secara aktif selama proses belajar berlangsung,” ujar salah satu peserta PLP I.

Selain itu, guru dinilai memiliki kemampuan komunikasi yang baik dengan siswa serta mampu menciptakan suasana kelas yang kondusif dan menyenangkan.

Bekal Menjadi Guru Profesional

Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Dian Rahma Santoso, M.Pd., menilai kegiatan PLP I merupakan tahapan penting dalam proses pembentukan kompetensi mahasiswa sebagai calon guru profesional.

Menurutnya, pengalaman lapangan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami secara langsung dinamika pendidikan yang sesungguhnya.

“PLP I menjadi jembatan antara teori yang dipelajari di kampus dengan realitas yang dihadapi di sekolah. Mahasiswa dapat belajar mengamati, menganalisis, dan merefleksikan berbagai praktik pendidikan yang mereka temukan di lapangan,” jelasnya.

Dr. Dian juga menegaskan bahwa sekolah mitra seperti SMAN 1 Wonoayu memiliki peran penting dalam mendukung proses pembelajaran mahasiswa.

“Kami berharap pengalaman ini tidak hanya menjadi tugas akademik semata, tetapi juga menjadi bekal berharga yang membentuk pola pikir, profesionalisme, dan kesiapan mahasiswa untuk terjun ke dunia pendidikan,” tuturnya.

Melalui kegiatan PLP I tersebut, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UMSIDA tidak hanya memperoleh pengalaman observasi, tetapi juga mendapatkan gambaran nyata tentang bagaimana sebuah sekolah membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi fondasi penting dalam perjalanan mereka menuju profesi guru yang kompeten, adaptif, dan berkarakter.

Penulis: Faza Finnaja

Bertita Terkini

tino salim
Tino Salim Hadir sebagai Guest Lecturer Business English 2026
June 5, 2026By
Bahasa Inggris Wajib SD Perkuat Kompetensi Global Siswa
May 21, 2026By
Mahasiswa
Mahasiswa PBI Umsida Perkuat Kompetensi Guru di SMAMDA 2026
May 15, 2026By
Literasi
Abdimas Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMSIDA Tingkatkan Literasi Guru MGMP Sidoarjo
April 24, 2026By
Trial College
Trial College 2026 di Lab Bahasa Jadi Pengalaman Seru Siswa SMA
April 14, 2026By
seminar toefl
HIMA PBI UMSIDA Gelar Seminar TOEFL 2026: Strategi Jitu Capai Skor Tinggi
March 31, 2026By
Kesalahan Berbahasa Inggris Masih Jadi Tantangan Pembelajaran 2026
March 20, 2026By
Suka Duka Mahasiswa PBI di Balik Pertanyaan Cuma Jadi Guru
March 10, 2026By

Prestasi

Mahasiswa Baru
Mahasiswa Baru Umsida Raih Juara 2 Medali Perak di Kejuaraan Ju-Jitsu Mojokerto
January 27, 2026By
Program Magang
Moch. Jakariyah Berhasil Lolos untuk Program Magang Internasional di Thailand
January 23, 2026By
Pendidikan Inklusif
Kolaborasi PBI dan Psikologi Hasilkan DYNUSA 2025 untuk Pendidikan Inklusif
December 29, 2025By
Pendidikan Bahasa Inggris
Wisudawan Pendidikan Bahasa Inggris Risti Nur Aini Raih Gold Award dan Juara 3 di IC-RIITEL 2025
December 9, 2025By
Bahasa Inggris
Wisudawan Pendidikan Bahasa Inggris Masliha Alfiatul Raih Juara 3 Speech Contest Nasional Language Fest 2022
December 2, 2025By
Bahasa Inggris
Hadiah Terindah untuk Diri Sendiri: Cerita Wisudawan Berprestasi 2025 dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris
November 28, 2025By
Alfzehra
Wisudawan 2025 Alfzehra Muhammad Cajuizi: Mahasiswa Umsida Juara 1 Tanding Kelas C Dewasa Putra pada Kanjuruhan Fighter Competition 2
November 25, 2025By
Tapak Suci Umsida Persembahkan Medali Emas Lewat Alfzehra Muhammad Cajuizi
September 16, 2025By