pbi.umsida.ac.id — Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Fakultas Pendidikan dan Studi Islam Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), kembali mencatatkan capaian membanggakan. Empat mahasiswanya dinyatakan lolos sebagai peserta WIJABA Internship Program.
Keempat mahasiswa tersebut adalah Arum Tyas P, Arini Kuswardhani, Tia Rahmawati, dan Nasywa Aswana Salsabilla.
Keberhasilan mereka menjadi bukti bahwa mahasiswa PBI Umsida memiliki kesiapan untuk mengembangkan kemampuan melalui pengalaman belajar di luar perkuliahan.
Program magang ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal situasi kerja secara langsung, mengembangkan keterampilan profesional, serta menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti pembelajaran di kampus.
Bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, pengalaman tersebut juga dapat menjadi ruang untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, kerja sama, kedisiplinan, dan pengelolaan tanggung jawab.
Kesempatan Mengembangkan Kompetensi di Dunia Kerja
Kelolosan empat mahasiswa PBI Umsida dalam WIJABA Internship Program menjadi langkah penting dalam proses pengembangan kompetensi mereka.
Kegiatan magang bukan hanya menjadi pelengkap pembelajaran, tetapi juga sarana bagi mahasiswa untuk memahami budaya kerja serta tuntutan profesional yang akan dihadapi setelah menyelesaikan pendidikan.
Selama mengikuti program, mahasiswa akan berhadapan dengan berbagai tugas, pola komunikasi, serta target yang berbeda dari kegiatan akademik di kelas.
Situasi tersebut menuntut mereka untuk mampu beradaptasi, bekerja secara terarah, dan menyelesaikan tanggung jawab sesuai ketentuan yang berlaku.
Pengalaman di lingkungan magang juga dapat membantu mahasiswa mengenali kemampuan yang sudah dikuasai maupun bagian yang masih perlu ditingkatkan.
Mereka dapat belajar mengelola waktu, menerima arahan, menyampaikan gagasan, bekerja bersama tim, serta menghadapi permasalahan secara lebih sistematis.
Bagi mahasiswa PBI, keterampilan berbahasa Inggris tetap menjadi salah satu modal utama.
Namun, dunia kerja juga membutuhkan kemampuan lain seperti komunikasi interpersonal, ketelitian, kreativitas, dan sikap profesional.
Melalui WIJABA Internship Program, mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan tersebut dalam situasi nyata.
Keikutsertaan mereka juga menunjukkan keberanian untuk keluar dari rutinitas pembelajaran di kampus.
Mahasiswa tidak hanya menunggu pengalaman datang, tetapi aktif mencari ruang yang dapat memperluas wawasan dan memperkuat kesiapan menghadapi dunia profesional.
Membawa Nama Baik Program Studi dan Fakultas
Capaian Arum, Arini, Tia, dan Nasywa tidak hanya menjadi keberhasilan pribadi. Kelolosan tersebut juga membawa nama baik Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris serta Fakultas Pendidikan dan Studi Islam Umsida.
Partisipasi mahasiswa dalam program magang dapat menjadi salah satu indikator bahwa proses pendidikan di perguruan tinggi tidak berhenti pada penyampaian teori.
Mahasiswa juga diarahkan untuk mengembangkan kemampuan melalui kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Selama mengikuti program, keempat mahasiswa diharapkan mampu menunjukkan sikap disiplin, bertanggung jawab, serta menjaga etika dalam setiap aktivitas.
Cara mereka berkomunikasi, menyelesaikan tugas, dan bekerja sama secara tidak langsung akan menjadi representasi dari lingkungan akademik asalnya.
Karena itu, program magang perlu dijalani sebagai proses pembelajaran yang serius.
Mahasiswa perlu terbuka terhadap evaluasi, aktif mencatat pengalaman, serta berusaha memahami setiap tugas yang diberikan.
Tantangan yang muncul selama magang dapat dijadikan bahan untuk memperbaiki kemampuan dan membangun kebiasaan kerja yang lebih baik.
Pengalaman tersebut nantinya juga dapat dibagikan kepada mahasiswa lain.
Cerita mengenai proses seleksi, kegiatan magang, tantangan, dan pembelajaran yang diperoleh dapat memberikan gambaran bagi mahasiswa PBI yang ingin mengikuti program serupa.
Magang sebagai Bekal Menghadapi Masa Depan
Keberhasilan lolos seleksi baru menjadi tahap awal. Tantangan yang lebih penting adalah bagaimana keempat mahasiswa tersebut memanfaatkan kesempatan magang secara maksimal.
Mereka perlu menetapkan tujuan belajar yang jelas agar kegiatan tidak sekadar menjadi pengalaman administratif.
Mahasiswa dapat mencatat kompetensi yang ingin dikembangkan, tugas yang berhasil diselesaikan, serta masukan yang diberikan selama program berlangsung.
Catatan itu dapat menjadi bahan refleksi sekaligus portofolio untuk mendukung pengembangan karier pada masa mendatang.
Selain memperkuat keterampilan teknis, magang dapat membantu mahasiswa membangun kepercayaan diri.
Interaksi dengan orang-orang baru dan keterlibatan dalam pekerjaan nyata akan melatih keberanian untuk menyampaikan pendapat, mengambil keputusan, dan mempertanggungjawabkan hasil kerja.
Program ini juga menjadi ruang untuk membangun jejaring profesional. Hubungan yang terbentuk selama magang dapat membuka akses terhadap informasi, pengalaman, dan peluang pengembangan diri lainnya.
Namun, manfaat tersebut hanya dapat diperoleh apabila mahasiswa menunjukkan sikap aktif, konsisten, dan dapat dipercaya.
Kelolosan Arum Tyas P, Arini Kuswardhani, Tia Rahmawati, dan Nasywa Aswana Salsabilla dalam WIJABA Internship Program diharapkan menjadi awal dari proses pembelajaran yang bermakna.
Dengan memanfaatkan kesempatan tersebut secara sungguh-sungguh, mereka dapat memperoleh pengalaman yang memperkuat kesiapan akademik maupun profesional.
Capaian ini sekaligus diharapkan dapat memotivasi mahasiswa PBI Umsida lainnya untuk berani mengikuti program pengembangan kompetensi.
Kesempatan magang perlu dipandang sebagai ruang belajar nyata untuk mengenali potensi, memperbaiki kekurangan, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.
Penulis: Nabila Wulyandini


















