pbi.umsida.ac.id — Pangasinan, Filipina pada tanggal 26 Februari 2026, dalam sesi presentasi pada English Language Research Colloquium bertajuk “Words in Motion: Exploring Language in a Changing World through International Lenses”, Dr. Fika Megawati, dosen Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), memaparkan pentingnya identifikasi research gap dalam pengembangan penelitian di bidang pendidikan bahasa Inggris.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Fika menjelaskan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam dunia penelitian adalah bagaimana menemukan celah atau kekosongan dalam literatur yang ada, yang dapat mendorong penelitian baru yang lebih relevan dan berdampak.
Dr. Fika menegaskan bahwa proses identifikasi research gap adalah kunci untuk menemukan pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab dan memulai jalur penelitian yang berpotensi membuka pengetahuan baru.
“Di setiap bidang studi, termasuk pendidikan bahasa, sangat penting untuk mengidentifikasi apa yang belum dijelajahi atau belum sepenuhnya dibahas dalam penelitian yang ada. Ini memberikan dasar bagi kita untuk memperkenalkan perspektif baru dan mendorong inovasi dalam dunia akademik,” ujar Dr. Fika.
Hal ini sangat relevan dalam konteks pengajaran bahasa Inggris, mengingat perubahan teknologi, metode komunikasi, dan pertukaran budaya yang pesat, yang terus merubah cara bahasa diajarkan dan dipelajari.
Lebih lanjut, Dr. Fika menekankan bahwa research gap memberikan landasan yang kuat untuk menyesuaikan penelitian dengan kebutuhan yang terus berkembang di dunia pendidikan.
Dalam hal ini, pengajaran bahasa Inggris tidak hanya dipengaruhi oleh perubahan kurikulum atau pendekatan pedagogik, tetapi juga oleh perubahan besar dalam cara orang belajar, berkomunikasi, dan menggunakan bahasa dalam kehidupan sehari-hari.
Oleh karena itu, sangat penting untuk memastikan bahwa penelitian di bidang ini tetap relevan dan dapat mengatasi tantangan-tantangan baru dalam pendidikan bahasa.
Merumuskan Research Gap dengan Signifikansi yang Jelas

Pada bagian kedua dari presentasinya, Dr. Fika berbicara lebih lanjut tentang cara merumuskan research gap dengan jelas dan menunjukkan signifikansi dari gap tersebut.
Menurutnya, mengidentifikasi apa yang hilang dalam literatur bukanlah hal yang cukup.
Peneliti juga harus mampu menunjukkan mengapa gap tersebut penting dan bagaimana penelitian tersebut dapat memberikan dampak nyata terhadap teori dan praktik di bidang pendidikan bahasa.
“Sebuah research gap harus dijelaskan dengan cara yang menunjukkan urgensi dan relevansinya,” jelas Dr. Fika.
“Mengidentifikasi celah dalam penelitian harus diikuti dengan alasan yang kuat tentang mengapa gap ini perlu diisi, dan bagaimana penelitian yang dilakukan dapat memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan teori atau metode pengajaran yang ada.”
Dalam konteks pendidikan bahasa Inggris, peneliti harus dapat menjelaskan bagaimana gap yang ditemukan dapat membantu menyelesaikan masalah-masalah nyata dalam pengajaran bahasa, serta memberikan solusi yang lebih inovatif dan relevan dengan kebutuhan siswa dan pendidik.
Lebih jauh, Dr. Fika menjelaskan bahwa penting bagi peneliti untuk mendekati research gap dengan perspektif yang luas, mengingat bahwa pengajaran bahasa Inggris tidak hanya bergantung pada kurikulum atau metode yang ada, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal seperti teknologi, media sosial, dan globalisasi budaya.
Oleh karena itu, dalam mengidentifikasi gap, peneliti harus mempertimbangkan faktor-faktor tersebut agar penelitian yang dihasilkan dapat berkontribusi pada perkembangan yang lebih luas dalam pendidikan bahasa.
Kolaborasi Internasional dan Tantangan Identifikasi Research Gap

Selama kegiatan ini, Dr. Fika juga mengajak para peserta, yang terdiri dari dosen dan mahasiswa, untuk berpartisipasi dalam tantangan mengidentifikasi research gap dalam artikel jurnal yang telah disiapkan.
Tantangan ini bertujuan untuk membantu peserta mengasah keterampilan mereka dalam menemukan gap dalam penelitian yang ada dan memahami bagaimana gap tersebut dapat membuka peluang untuk penelitian yang lebih inovatif dan berdampak.
Banyak peserta yang menunjukkan antusiasme besar terhadap tantangan ini, dan sebagian besar berhasil mengidentifikasi gap dengan baik.
Ini menunjukkan pemahaman yang lebih dalam tentang pentingnya proses ini dalam dunia penelitian.
Acara ini juga merupakan bagian dari upaya Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) untuk memperkuat kerjasama internasional dengan Pangasinan State University, Filipina.
Kerjasama ini membuka peluang besar bagi kedua institusi untuk menjalin kolaborasi dalam bidang penelitian, pengajaran, dan pengembangan profesional di masa depan.
Dr. Fika berharap bahwa melalui kegiatan ini, tidak hanya peneliti dari UMSIDA, tetapi juga dari Pangasinan State University, dapat bekerja sama untuk mengidentifikasi dan mengisi research gap dalam bidang pendidikan bahasa Inggris.
Kolaborasi internasional ini diharapkan dapat memperkaya wawasan akademik kedua universitas, memperkuat kualitas penelitian di bidang pendidikan bahasa, serta memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan kurikulum dan metodologi pengajaran bahasa Inggris.
Sebagai langkah selanjutnya, kedua universitas berharap dapat melanjutkan kolaborasi ini melalui berbagai proyek bersama, baik dalam bidang penelitian maupun pengajaran, yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat internasional.
Editor: Nabila Wulyandini
















