Bahasa Inggris

Umsida Gelar Praktik Lapangan: Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Asah Keterampilan Tour Guiding di Yogyakarta

pbi.umsida.ac.id — Sebanyak 36 mahasiswa semester 7 Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) melaksanakan praktik tour guiding di Yogyakarta pada 20–22 November 2025.

Kegiatan ini menjadi bagian integral dari mata kuliah Business English Management yang diampu oleh Dr. Dian Rahma Santoso MPd.

Selama tiga hari dua malam, mahasiswa tidak hanya berwisata, tetapi juga mempraktikkan secara langsung keterampilan komunikasi, kepemimpinan, dan pengelolaan tur, seluruhnya menggunakan bahasa Inggris.

Praktik Menjadi Tour Leader dan Tour Guide Sejak Berangkat dari Kampus

Bahasa Inggris

Sejak keberangkatan dari kampus hingga perjalanan di dalam bus, mahasiswa bergantian berperan sebagai tour leader.

Dalam peran ini, mereka bertanggung jawab melakukan pengecekan kehadiran peserta, menyampaikan informasi singkat mengenai rangkaian perjalanan, serta memperkenalkan destinasi yang akan dikunjungi.

Suasana perjalanan dibuat interaktif melalui kuis mini dan aktivitas ice breaking yang juga disampaikan dalam bahasa Inggris.

Kegiatan ini tidak hanya melatih kemampuan berbicara, tetapi juga kepekaan sosial dan keterampilan manajerial.

Mahasiswa belajar mengatur alur komunikasi, mengondisikan suasana kelompok, serta memastikan seluruh peserta memahami informasi yang disampaikan.

Dengan demikian, peran tour leader menjadi sarana latihan kepemimpinan sekaligus public speaking yang menyatu dalam situasi nyata.

Setibanya di setiap destinasi, peran mahasiswa berganti menjadi tour guide. Mereka bertugas menjelaskan sejarah, budaya, dan keunikan tempat wisata menggunakan bahasa Inggris formal dan deskriptif.

Mulai dari pembukaan, penyampaian informasi inti, hingga sesi tanya jawab, seluruhnya disusun menyerupai praktik tour guide profesional.

Pendekatan ini dirancang untuk membiasakan mahasiswa menghadapi audiens secara langsung dan melatih kepercayaan diri mereka ketika berhadapan dengan wisatawan.

Menurut Dr. Dian Rahma Santoso, praktik seperti ini merupakan bentuk pembelajaran kontekstual yang sangat penting bagi mahasiswa PBI.

“Mahasiswa belajar langsung bagaimana menjadi tour leader dan tour guide yang profesional, sekaligus melatih kemampuan bahasa Inggris mereka dalam situasi nyata,” jelasnya.

Mengenal Destinasi Yogyakarta Sambil Melatih English for Tourism

Bahasa Inggris

Selama di Yogyakarta, mahasiswa mengunjungi sejumlah destinasi yang dipilih secara khusus karena memiliki nilai edukatif, historis, dan budaya.

Lokasi yang dikunjungi antara lain Pantai Parangtritis, Situs Warungboto, Museum Benteng Vredeburg, Museum Sonobudoyo, Kraton Yogyakarta, Tebing Breksi, dan Candi Prambanan.

Di Pantai Parangtritis, mahasiswa berlatih mendeskripsikan keadaan alam, legenda setempat, serta potensi wisata pantai dengan menggunakan kosakata yang tepat dan menarik bagi wisatawan asing.

Mereka ditantang menyusun kalimat yang menggugah imajinasi pendengar, sekaligus tetap informatif.

Di Situs Warungboto, Museum Benteng Vredeburg, dan Museum Sonobudoyo, fokus penjelasan bergeser pada aspek sejarah dan arsitektur.

Mahasiswa mengasah kemampuan menjelaskan latar belakang bangunan, peristiwa sejarah, serta nilai perjuangan bangsa Indonesia dalam bahasa Inggris yang runtut dan mudah dipahami.

Sementara itu, kunjungan ke Kraton Yogyakarta dan Candi Prambanan dimanfaatkan sebagai ajang praktik interpretasi budaya dan sejarah.

Mahasiswa menjelaskan filosofi bangunan, tradisi keraton, serta kisah-kisah masa lampau yang melekat pada situs-situs tersebut.

Dengan gaya bahasa yang komunikatif, mereka mencoba menempatkan diri seolah tengah memandu wisatawan internasional yang ingin memahami budaya Jawa dan peninggalan sejarah Indonesia.

Menurut beberapa mahasiswa, pengalaman ini membuat materi English for Tourism terasa lebih hidup.

Mereka tidak hanya mempelajari istilah-istilah wisata di kelas, tetapi juga langsung menggunakannya di lokasi yang relevan.

Hal ini membantu memperkuat ingatan, meningkatkan kelancaran berbicara, dan menambah wawasan mengenai potensi pariwisata Indonesia di mata dunia.

Melatih Manajemen Tur, Kerja Tim, dan Kesiapan Karier

Selain fokus pada kemampuan bahasa Inggris, kegiatan Business English Tour ini juga dirancang untuk melatih soft skills lain yang dibutuhkan di dunia kerja.

Seluruh rencana perjalanan, termasuk penyusunan itinerary dan penganggaran, disusun mandiri oleh mahasiswa sesuai pembagian divisi.

Ada yang bertanggung jawab pada transportasi, konsumsi, akomodasi, dokumentasi, hingga keamanan dan kedisiplinan peserta.

Logistik tur meliputi pengaturan transportasi bus, pemilihan tempat makan dengan menu lokal, dan pemilihan penginapan yang strategis.

Mahasiswa belajar menghitung biaya, menyesuaikan dengan anggaran yang tersedia, serta mengantisipasi kendala di lapangan.

Perencanaan yang matang ini menunjukkan kemampuan mereka dalam mengelola tur secara profesional, mulai dari aspek teknis hingga keuangan.

Dr. Dian menegaskan bahwa pengalaman seperti ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa PBI Umsida untuk memasuki dunia kerja, khususnya di bidang pariwisata, pendidikan bahasa, dan industri kreatif berbasis bahasa Inggris.

“Dengan praktik langsung di lapangan, mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga memegang pengalaman nyata yang dapat diceritakan saat melamar pekerjaan atau mengembangkan karier,” tambahnya.

Kegiatan tour guiding ini juga memperkuat kerja sama tim dan rasa tanggung jawab. Mahasiswa belajar saling mendukung, mengisi peran masing-masing, dan menyelesaikan masalah bersama ketika terjadi perubahan situasi di lapangan.

Kombinasi antara teori di kelas dan praktik lapangan menjadikan Business English Tour sebagai pengalaman belajar yang komprehensif.

Bagi mahasiswa PBI Umsida, kegiatan ini bukan sekadar perjalanan ke Yogyakarta, tetapi sebuah proses belajar penuh makna yang mengasah kemampuan bahasa, kepemimpinan, manajemen tur, serta kesiapan mereka untuk bersaing di dunia global.

Editor: Nabila Wulyandini

Bertita Terkini

English Vlog
English Vlog Competition FPIP CUP 2026: Ajang Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris
February 6, 2026By
Bahasa Inggris
Duolingo vs Stimuler: Mana yang Lebih Efektif untuk Belajar Bahasa Inggris Ditahun 2026
January 30, 2026By
Mahasiswa Baru
Mahasiswa Baru Umsida Raih Juara 2 Medali Perak di Kejuaraan Ju-Jitsu Mojokerto
January 27, 2026By
Program Magang
Moch. Jakariyah Berhasil Lolos untuk Program Magang Internasional di Thailand
January 23, 2026By
Bahasa Inggris
Strategi Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Anak Berkebutuhan Khusus
January 20, 2026By
Pembelajaran Bahasa
Pembelajaran Bahasa Inggris Melalui Musik: Inovasi untuk Meningkatkan Minat Siswa
January 16, 2026By
Bahasa Inggris
Peran Bahasa Inggris dalam Meningkatkan Karir di Era Globalisasi 2026
January 13, 2026By
Bahasa Inggris
Analisis Penggunaan Novel dalam Pembelajaran Bahasa Inggris
January 9, 2026By

Prestasi

Mahasiswa Baru
Mahasiswa Baru Umsida Raih Juara 2 Medali Perak di Kejuaraan Ju-Jitsu Mojokerto
January 27, 2026By
Program Magang
Moch. Jakariyah Berhasil Lolos untuk Program Magang Internasional di Thailand
January 23, 2026By
Pendidikan Inklusif
Kolaborasi PBI dan Psikologi Hasilkan DYNUSA 2025 untuk Pendidikan Inklusif
December 29, 2025By
Pendidikan Bahasa Inggris
Wisudawan Pendidikan Bahasa Inggris Risti Nur Aini Raih Gold Award dan Juara 3 di IC-RIITEL 2025
December 9, 2025By
Bahasa Inggris
Wisudawan Pendidikan Bahasa Inggris Masliha Alfiatul Raih Juara 3 Speech Contest Nasional Language Fest 2022
December 2, 2025By
Bahasa Inggris
Hadiah Terindah untuk Diri Sendiri: Cerita Wisudawan Berprestasi 2025 dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris
November 28, 2025By
Alfzehra
Wisudawan 2025 Alfzehra Muhammad Cajuizi: Mahasiswa Umsida Juara 1 Tanding Kelas C Dewasa Putra pada Kanjuruhan Fighter Competition 2
November 25, 2025By
Tapak Suci Umsida Persembahkan Medali Emas Lewat Alfzehra Muhammad Cajuizi
September 16, 2025By