pbi.umsida.ac.id — Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Pendidikan dan Studi Islam (FPSI) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), Pawai Hari Santri menjadi salah satu kegiatan yang diikuti mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) II selama melaksanakan praktik lapangan di lingkungan SMP–SMA Al Fattah Buduran, Sidoarjo.
Kegiatan yang berlangsung pada 22 Oktober 2026 tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan nilai-nilai keislaman di lingkungan sekolah.
Partisipasi mahasiswa dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa pengalaman PLP II tidak hanya berfokus pada praktik pembelajaran di kelas, tetapi juga keterlibatan dalam berbagai aktivitas pendidikan dan keagamaan di sekolah mitra.
Sebanyak delapan mahasiswa PLP II PBI Umsida turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, yaitu Nabilah Ardelia Arianto, Farah Tahta Amallia, Ahmad Armadilo, Aprilia Ayu Sri Wulan, Rizky Septiyani Maharani, Afifah Rahmawati, Erina Firdausy, dan Anas Afifudin.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengenal lebih dekat lingkungan pesantren sekaligus berinteraksi langsung dengan para santri dan tenaga pendidik.
Pengalaman ini menjadi bagian penting dalam membentuk karakter calon pendidik yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga pemahaman mengenai nilai-nilai sosial dan keagamaan.
Pawai Hari Santri Tampilkan Nuansa Keislaman

Pelaksanaan pawai berlangsung meriah dengan menampilkan berbagai tema Islami yang menarik perhatian peserta maupun masyarakat yang menyaksikan.
Tema Palestina dan Madinah menjadi salah satu bagian yang mewarnai jalannya pawai sekaligus menyampaikan pesan tentang persaudaraan, kepedulian, dan semangat kebersamaan umat Islam.
Berbagai atribut dan dekorasi yang digunakan peserta turut menambah semarak peringatan Hari Santri di lingkungan SMP–SMA Al Fattah.
Kegiatan ini menjadi sarana edukatif untuk memperkenalkan nilai-nilai keislaman kepada peserta didik melalui kegiatan yang menyenangkan dan melibatkan banyak pihak.
Pawai juga memberikan kesempatan kepada para santri untuk mengekspresikan kreativitas mereka melalui penampilan yang telah dipersiapkan bersama guru dan pendamping.
Selain menjadi peringatan tahunan, kegiatan tersebut memperkuat identitas keislaman dan semangat kebangsaan yang menjadi bagian dari pendidikan di lingkungan sekolah.
Kehadiran mahasiswa PLP II dalam kegiatan ini semakin menambah pengalaman mereka dalam memahami berbagai tradisi dan aktivitas yang berkembang di sekolah berbasis pesantren.
Pawai Hari Santri Disertai Aksi Berbagi untuk Masyarakat
Tidak hanya dimeriahkan dengan pawai, kegiatan Hari Santri juga diwarnai aksi bakti sosial yang dilakukan sepanjang rute perjalanan.
Peserta membagikan goodie bag berisi sembako kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama.
Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa peringatan Hari Santri tidak hanya diwujudkan melalui seremoni, tetapi juga melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Aksi sosial ini mendapatkan respons positif karena mampu menghadirkan nilai kemanusiaan dan solidaritas di tengah perayaan keagamaan.
Melalui aktivitas berbagi tersebut, mahasiswa dan santri belajar bahwa kepedulian terhadap sesama merupakan bagian penting dari ajaran Islam yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan sosial yang dipadukan dengan pawai menjadikan peringatan Hari Santri memiliki makna yang lebih luas dan berdampak langsung bagi lingkungan sekitar.
Pengalaman tersebut sekaligus memberikan pembelajaran kepada mahasiswa mengenai pentingnya mengintegrasikan nilai sosial dalam berbagai kegiatan pendidikan.
PLP II Jadi Sarana Belajar di Luar Ruang Kelas

Bagi mahasiswa PBI Umsida, keterlibatan dalam Pawai Hari Santri menjadi pengalaman berharga yang melengkapi proses pembelajaran selama menjalani PLP II.
Mahasiswa tidak hanya belajar mengenai proses pembelajaran di kelas, tetapi juga memahami berbagai aktivitas yang menjadi bagian dari budaya sekolah dan pesantren.
Salah satu mahasiswa PLP II PBI Umsida, Anas Afifudin, mengaku mendapatkan pengalaman yang berkesan selama mengikuti kegiatan tersebut.
“Bagi kami, mengikuti pawai Hari Santri menjadi pengalaman yang berkesan selama menjalani PLP II. Kami tidak hanya belajar melalui kegiatan mengajar, tetapi juga bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan sekolah dan mengenal lebih dekat kehidupan di lingkungan pesantren,” ujarnya.
Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan sosial dan keagamaan menunjukkan bahwa program PLP II memberikan pengalaman yang lebih luas dibandingkan sekadar praktik mengajar.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar memahami nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan pentingnya menjalin hubungan yang baik dengan seluruh warga sekolah.
Partisipasi dalam Pawai Hari Santri juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan beradaptasi serta memperluas wawasan mengenai kehidupan pendidikan berbasis pesantren.
Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa PBI Umsida diharapkan mampu menjadi calon pendidik yang profesional, berkarakter, serta memiliki kepedulian sosial yang kuat dalam menjalankan perannya di masyarakat.
















