pbi.umsida.ac.id — Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Pendidikan dan Studi Islam (FPSI) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) menghadirkan pembelajaran yang kreatif melalui kegiatan English Club di SMAN 1 Wonoayu dengan mengusung konsep belajar yang interaktif, menyenangkan, dan berpusat pada siswa.
Kegiatan yang dilaksanakan untuk siswa kelas XI tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa UMSIDA dalam menciptakan suasana belajar bahasa Inggris yang lebih menarik dan jauh dari kesan monoton.
Melalui pendekatan Student-Centered Learning, siswa diberikan kesempatan untuk terlibat aktif dalam setiap rangkaian kegiatan yang telah dirancang.
Pembelajaran tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang mampu mendorong siswa berpikir kritis dan berpartisipasi secara langsung.
Berbagai aktivitas edukatif dikemas dalam bentuk permainan dan tantangan sehingga siswa dapat menikmati proses belajar tanpa merasa terbebani.
Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Film Menjadi Media Belajar yang Menarik bagi Siswa

Kegiatan English Club diawali dengan sesi menonton film bersama yang diikuti oleh seluruh peserta.
Film dipilih sebagai media pembelajaran karena dinilai dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa dan mampu menghadirkan konteks penggunaan bahasa Inggris secara nyata.
Selama menonton, siswa diajak memperhatikan alur cerita serta memahami berbagai situasi yang ditampilkan dalam tayangan tersebut.
Metode ini membantu siswa belajar memahami bahasa melalui pengalaman yang lebih kontekstual dan menyenangkan.
Film tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga menjadi langkah awal menuju aktivitas pembelajaran berikutnya.
Melalui tayangan yang disaksikan bersama, siswa memperoleh kesempatan untuk melatih kemampuan memahami informasi sekaligus meningkatkan minat belajar bahasa Inggris.
Suasana belajar yang santai membuat siswa lebih antusias mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.
Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa media visual dapat menjadi sarana efektif untuk mendukung proses pembelajaran bahasa asing.
English Club SMAN 1 Wonoayu Hadirkan Tantangan Seru
Setelah sesi menonton film selesai, siswa mengikuti berbagai tantangan yang telah disiapkan oleh mahasiswa UMSIDA.
Salah satu aktivitas yang menarik perhatian siswa adalah permainan Cham Cham Cham yang dilakukan secara berpasangan.
Permainan tersebut menuntut siswa untuk berkonsentrasi dan bereaksi dengan cepat terhadap gerakan lawan.
Suasana kegiatan berlangsung meriah karena setiap peserta menunjukkan antusiasme tinggi saat mengikuti permainan.
Pemenang dari permainan mendapatkan kesempatan memilih teka-teki yang ditempel pada papan berbentuk tentakel ubur-ubur.
Teka-teki tersebut harus diselesaikan secara mandiri dengan mengandalkan kemampuan berpikir dan penalaran masing-masing siswa.
Setiap jawaban yang berhasil ditemukan menjadi poin yang mendekatkan peserta pada kemenangan.
Di akhir kegiatan, siswa yang mampu memecahkan teka-teki terbanyak berhak memperoleh hadiah yang telah disiapkan.
Konsep pembelajaran seperti ini memberikan pengalaman baru yang berbeda dari pembelajaran konvensional di dalam kelas.
Melalui tantangan yang diberikan, siswa belajar mengembangkan kemampuan berpikir kritis sekaligus meningkatkan rasa percaya diri.
Student-Centered Learning Dorong Siswa Lebih Aktif

Kegiatan English Club menerapkan pendekatan Student-Centered Learning yang menempatkan siswa sebagai pusat proses pembelajaran.
Dalam pendekatan ini, siswa diberikan kebebasan untuk menentukan pilihan, mengambil keputusan, serta terlibat aktif dalam setiap aktivitas yang tersedia.
Mahasiswa berperan sebagai fasilitator yang membantu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung partisipasi siswa.
Ketua kelompok mahasiswa, Azziziyah, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang agar siswa dapat belajar bahasa Inggris tanpa merasa takut melakukan kesalahan.
Menurutnya, suasana belajar yang santai mampu membantu siswa lebih berani mencoba dan menunjukkan kemampuan yang mereka miliki.
Pendapat serupa juga disampaikan oleh salah satu siswa kelas XI, Alvino, yang mengaku lebih menikmati pembelajaran karena dapat belajar sambil bermain.
Ia menilai rangkaian permainan dan tantangan yang diberikan membuat proses belajar terasa lebih seru dibandingkan pembelajaran yang hanya berfokus pada materi dan tugas.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran yang interaktif dapat menciptakan keterlibatan siswa yang lebih tinggi dalam kegiatan belajar.
Melalui English Club, mahasiswa UMSIDA berupaya menghadirkan ruang belajar yang tidak hanya berorientasi pada hasil akademik, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembelajaran bahasa Inggris dapat dikemas secara kreatif sehingga mampu meningkatkan motivasi, partisipasi, dan kenyamanan siswa selama proses belajar berlangsung.
















