pbi.umsida.ac.id —Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Pendidikan dan Studi Islam (FPSI) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kembali menghadirkan atmosfer pembelajaran berkelas internasional di lingkungan sekolah Muhammadiyah.
Dua mahasiswa inbound asal Kazakhstan yang tengah menempuh studi di PBI FPSI Umsida menggelar program school visit yang penuh energi di Auditorium Nyai Walidah SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (SMAMDA).
Kehadiran dua mahasiswa asing di auditorium megah tersebut sukses menyedot perhatian ratusan siswa yang penasaran dengan kebudayaan dari kawasan Asia Tengah.
Suasana auditorium seketika berubah menjadi hangat dan hidup saat pertukaran budaya antarbangsa mulai dilangsungkan.
Kedua mahasiswa inbound tersebut tampil percaya diri di atas panggung memaparkan berbagai keunikan dari negara asal mereka kepada para peserta.
Mulai dari bentang alam Kazakhstan yang memukau, keunikan busana adat tradisional, hingga destinasi wisata populer dikupas secara menarik melalui layar presentasi auditorium.
Tidak ketinggalan, mereka juga memperkenalkan aneka kuliner khas Kazakhstan yang memancing rasa ingin tahu para siswa SMAMDA.
Rangkaian acara internasional ini berjalan sangat lancar dan tertib berkat pendampingan dari Dosen Pembimbing Lapangan, Dr Dian Rahma.
Keseruan Interaksi Lintas Budaya Saat Kunjungan Sekolah

Gemuruh antusiasme makin terasa saat sesi diskusi dan tanya jawab interaktif resmi dibuka di dalam auditorium.
Siswa-siswi SMAMDA tampak sangat responsif dan berebut mengacungkan tangan untuk melontarkan berbagai pertanyaan kepada narasumber.
Rasa penasaran para siswa mencakup banyak hal, mulai dari kehidupan sehari-hari para remaja di Kazakhstan hingga kebiasaan unik masyarakat setempat.
Hebatnya lagi, para siswa dengan sangat percaya diri menyampaikan pertanyaan-pertanyaan tersebut menggunakan bahasa Inggris di hadapan publik auditorium.
Antusiasme serta keberanian para siswa SMAMDA dalam berinteraksi langsung menggunakan bahasa internasional ini sangat patut diacungi jempol.
Interaksi dua arah tersebut berjalan sangat hidup karena para siswa tidak canggung untuk menggali informasi lebih dalam tentang Kazakhstan.
Keakraban pun makin terjalin erat ketika mahasiswa Kazakhstan balik memberikan pertanyaan seputar budaya lokal kepada para siswa di auditorium.
Kehadiran Dr. Dian Rahma sebagai dosen pembimbing lapangan memastikan seluruh jalannya diskusi interaktif ini berlangsung kondusif dan terarah.
Pesan Motivasi Mahasiswa Inbound dalam Agenda Kunjungan Sekolah

Menjelang akhir acara di Auditorium Nyai Walidah, mahasiswa inbound Kazakhstan menyelipkan pesan motivasi yang membakar semangat seluruh audiens.
Pesan tersebut disampaikan khusus untuk melecut motivasi belajar para siswa agar berani bermimpi besar menjelajahi berbagai belahan dunia.
Mereka mengingatkan generasi muda SMAMDA agar tidak pernah patah semangat dalam mengejar cita-cita tinggi.
Secara khusus, mahasiswa asing tersebut menyoroti betapa krusialnya menguasai bahasa Inggris sebagai alat komunikasi global di era modern.
“Jangan sampai patah semangat dalam belajar,” tutur mahasiswa inbound asal Kazakhstan tersebut.
Menurut mereka, kemampuan berbahasa internasional merupakan kunci utama yang akan membuka banyak peluang emas di tingkat global.
“Belajarlah bahasa Inggris dengan serius, karena kalau bisa bahasa Inggris bisa memudahkan kita di negara mana pun,” tegas mahasiswa inbound tersebut.
Pesan inspiratif yang disampaikan dari panggung auditorium ini langsung disambut tepuk tangan meriah dari seluruh siswa yang hadir.
Mempererat Hubungan Kemitraan Lewat Program Kunjungan Sekolah

Sesi kunjungan edukatif ini ditutup secara simbolis dengan foto bersama seluruh peserta di panggung auditorium serta penyerahan cenderamata dari pihak Umsida kepada SMAMDA.
Kesan mendalam tidak hanya dirasakan oleh para siswa, tetapi juga oleh kedua mahasiswa inbound Kazakhstan yang merasa disambut sangat ramah di auditorium tersebut.
Bagi PBI FPSI Umsida, kegiatan ini merupakan wujud nyata dari komitmen menghadirkan pengalaman belajar berbasis praktik global yang berdampak nyata.
Selain mengasah pengalaman interaksi internasional mahasiswa asing, agenda ini sekaligus mempererat tali silaturahmi antara pihak universitas dan SMAMDA.
Langkah ini membuktikan komitmen Umsida dalam mendukung penguatan wawasan internasional bagi peserta didik di tingkat sekolah menengah.
FPSI Umsida bertekad untuk terus menghadirkan program-program internasional yang inspiratif, inklusif, serta membawa manfaat luas bagi masyarakat.
Melalui sinergi yang terus terjalin ini, Umsida semakin mengukuhkan posisinya sebagai kampus unggul berorientasi global yang melahirkan generasi berdaya saing tinggi.
Diharapkan kolaborasi berharga seperti ini dapat terus berlanjut pada masa-masa mendatang demi melahirkan anak muda yang siap bersaing di kancah dunia.















