Mahasiswa

Mahasiswa PBI Umsida Perkuat Kompetensi Guru di SMAMDA 2026

pbi.umsida.ac.idMahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo menjalani Program Pengenalan Lapangan Persekolahan atau PLP 1 di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo pada 13–17 April 2026.

Kegiatan ini menjadi ruang belajar langsung bagi mahasiswa untuk memahami lingkungan sekolah, kultur pendidikan, sistem pembelajaran, hingga administrasi yang menjadi bagian penting dari profesi guru.

Sebanyak tujuh mahasiswa mengikuti kegiatan tersebut, yaitu Tia Rahmahwati, Nasywa Aswana Salsabilla, Ardhina Friska, Siti Lis Saadah, Muhammad Fattah Ilah, Muhammad Abimael Samlin, dan Rakha Javier.

Sebelum diberangkatkan ke SMAMDA, para mahasiswa mengikuti apel pembukaan di Kampus 3 Umsida sebagai tanda dimulainya rangkaian kegiatan PLP 1.

Program ini tidak hanya menempatkan sebagai pengamat, tetapi juga sebagai calon pendidik yang perlu memahami kehidupan sekolah secara utuh.

Mereka belajar melihat bagaimana sekolah membangun suasana belajar, menjaga kedisiplinan, membentuk karakter siswa, serta mengelola proses pembelajaran di kelas.

Salah satu peserta menyampaikan bahwa PLP 1 memberi pengalaman yang berbeda dari pembelajaran di ruang kuliah.

“PLP 1 bukan hanya tentang mengobservasi, mengamati, dan mewawancarai pihak sekolah, melainkan tentang merasakan atmosfer sekolah. Kami belajar bahwa lingkungan fisik yang nyaman sangat berpengaruh pada psikologi siswa,” ujarnya.

Mengenal Kultur Sekolah dan Pembelajaran Modern

Mahasiswa

Pada hari pertama, mahasiswa mengamati lingkungan fisik sekolah dan kultur yang berkembang di SMAMDA.

Sekolah ini memiliki fasilitas yang mendukung pembelajaran, sekaligus budaya yang kuat dalam membangun hubungan sosial antara guru dan siswa.

Salah satu budaya yang menjadi perhatian mahasiswa adalah kebiasaan bersalaman setiap pagi.

Guru pamong, Pratiwi Samsugiyarni SPd, menjelaskan bahwa tradisi tersebut menjadi bagian dari pembiasaan positif di lingkungan sekolah.

“Di SMAMDA ini, kita punya kebiasaan kalau setiap pagi itu salam-salaman dulu sama guru-guru sebagai bentuk silaturahmi kecil kita. Jadi selama kalian di sini, kalian harus melakukan hal yang sama,” ungkapnya.

Memasuki hari kedua, melakukan wawancara dengan guru pamong untuk memahami sistem pembelajaran, karakteristik siswa, dan budaya akademik sekolah.

Mereka juga mendapatkan kesempatan membantu guru pamong dalam kegiatan pembelajaran di kelas.

Pengalaman tersebut menjadi bekal awal untuk memahami manajemen kelas, interaksi dengan siswa, serta kesiapan guru dalam mengajar.

Pada hari ketiga, mahasiswa mengamati International Class Program atau ICP. Dari hasil observasi, siswa di kelas tersebut terlihat aktif berdiskusi dan memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik.

Pembelajaran di kelas internasional juga didukung kurikulum ACT atau American English Test yang mendorong kemampuan berpikir kritis siswa.

Mahasiswa juga melihat pemanfaatan fasilitas modern di sekolah, seperti smartboard di setiap kelas dan sistem pembayaran kantin berbasis cashless yang telah digunakan sejak 2024.

Selain fasilitas teknologi, SMAMDA juga memperkuat budaya keislaman melalui kegiatan mengaji, salat dhuha, dan pembiasaan ibadah lainnya.

Refleksi Program Menuju Pendidik Profesional untuk Mahasiswa

Mahasiswa

Pada hari keempat, kegiatan difokuskan pada observasi mandiri di kelas reguler.

Mahasiswa memantau aktivitas siswa yang sedang menyelesaikan tugas remedial sekaligus melakukan dokumentasi sebagai bagian dari data lapangan.

Setelah itu, tim melakukan koordinasi di perpustakaan sekolah untuk menyinkronkan data dan menyusun draf laporan PLP 1.

Hari terakhir digunakan untuk mempelajari perangkat pembelajaran, termasuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau RPP dan sistem administrasi sekolah.

Mahasiswa juga berkesempatan meninjau pelaksanaan International Kangaroo Mathematics Contest atau IKMC, yaitu kompetisi matematika berskala internasional yang bertujuan menguatkan kemampuan logika dan numerasi siswa.

Rangkaian PLP 1 ditutup dengan refleksi bersama guru pamong dan pihak sekolah.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh gambaran nyata bahwa profesi guru tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menyampaikan materi, tetapi juga kesiapan memahami siswa, mengelola kelas, menyusun administrasi, dan membangun budaya sekolah yang positif.

Pengalaman PLP 1 di SMAMDA menjadi bekal penting bagi mahasiswa PBI Umsida untuk menghubungkan teori perkuliahan dengan praktik pendidikan di lapangan.

Dari kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tumbuh menjadi calon guru yang kompeten, adaptif, komunikatif, dan memiliki integritas dalam menjalankan peran sebagai pendidik.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan teori yang diperoleh di perkuliahan dengan praktik di lapangan.

Pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk menjadi pendidik yang kompeten, adaptif, dan berintegritas di masa depan.

Penulis: Tim PLP 1

Editor: Nabila Wulyandini

Bertita Terkini

Literasi
Abdimas Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMSIDA Tingkatkan Literasi Guru MGMP Sidoarjo
April 24, 2026By
Trial College
Trial College 2026 di Lab Bahasa Jadi Pengalaman Seru Siswa SMA
April 14, 2026By
seminar toefl
HIMA PBI UMSIDA Gelar Seminar TOEFL 2026: Strategi Jitu Capai Skor Tinggi
March 31, 2026By
Kesalahan Berbahasa Inggris Masih Jadi Tantangan Pembelajaran 2026
March 20, 2026By
Suka Duka Mahasiswa PBI di Balik Pertanyaan Cuma Jadi Guru
March 10, 2026By
Research Gap
Dosen PBI UMSIDA Soroti Pentingnya Identifikasi Research Gap di Filipina 2026
February 27, 2026By
Bahasa Inggris
Pengaruh Film dan Musik dalam Pembelajaran Bahasa Inggris 2026
February 24, 2026By
Kritis
Asah Nalar Kritis dan Literasi dari Mahasiswa PBI 2026
February 13, 2026By

Prestasi

Mahasiswa Baru
Mahasiswa Baru Umsida Raih Juara 2 Medali Perak di Kejuaraan Ju-Jitsu Mojokerto
January 27, 2026By
Program Magang
Moch. Jakariyah Berhasil Lolos untuk Program Magang Internasional di Thailand
January 23, 2026By
Pendidikan Inklusif
Kolaborasi PBI dan Psikologi Hasilkan DYNUSA 2025 untuk Pendidikan Inklusif
December 29, 2025By
Pendidikan Bahasa Inggris
Wisudawan Pendidikan Bahasa Inggris Risti Nur Aini Raih Gold Award dan Juara 3 di IC-RIITEL 2025
December 9, 2025By
Bahasa Inggris
Wisudawan Pendidikan Bahasa Inggris Masliha Alfiatul Raih Juara 3 Speech Contest Nasional Language Fest 2022
December 2, 2025By
Bahasa Inggris
Hadiah Terindah untuk Diri Sendiri: Cerita Wisudawan Berprestasi 2025 dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris
November 28, 2025By
Alfzehra
Wisudawan 2025 Alfzehra Muhammad Cajuizi: Mahasiswa Umsida Juara 1 Tanding Kelas C Dewasa Putra pada Kanjuruhan Fighter Competition 2
November 25, 2025By
Tapak Suci Umsida Persembahkan Medali Emas Lewat Alfzehra Muhammad Cajuizi
September 16, 2025By