pbi.umsida.ac.id — Bahasa Inggris adalah bahasa internasional yang digunakan di berbagai belahan dunia.
Namun, cara pengucapan setiap kata bisa berbeda tergantung aksen yang digunakan.
Dua aksen yang paling populer adalah British Accent dan American Accent.
Perbedaan keduanya sering jadi bahan diskusi di kelas, bahkan membuat mahasiswa penasaran untuk mengetahui mana yang lebih mudah dipahami.
Artikel mingguan kali ini akan mengulas tujuh perbedaan utama antara British dan American Accent yang mungkin belum kamu sadari.
Selain menjadi bahan pembelajaran, topik ini juga relevan untuk mereka yang sedang mendalami Bahasa Inggris karena aksen sering muncul dalam materi listening, film, musik, hingga percakapan seharihari.
Dengan memahami perbedaan aksen, mahasiswa bisa lebih percaya diri saat berkomunikasi dengan penutur asli dari berbagai negara.
Ciri Khas British Accent
British Accent dikenal dengan pengucapan vokal yang lebih jelas dan intonasi yang cenderung formal.
Huruf “R” biasanya tidak diucapkan di akhir kata, misalnya car terdengar seperti cah.
Penggunaan vokal panjang juga lebih dominan, sehingga kata seperti bath diucapkan dengan /ɑː/ bukan /æ/.
Intonasi British sering dianggap lebih elegan dan berkelas, sehingga banyak dipakai dalam film atau acara resmi.
Selain itu, aksen British memiliki variasi regional, seperti Received Pronunciation (RP), Cockney, dan Scouse, yang masingmasing punya ciri khas tersendiri.
RP sering disebut sebagai “Queen’s English” dan dianggap standar, sementara Cockney lebih populer di London dengan gaya bicara yang unik.
Sebagian orang yang terbiasa dengan British Accent biasanya merasa tantangan terbesar ada di listening, karena pengucapan kata bisa terdengar lebih halus dan cepat.
Karakteristik American Accent
American Accent lebih santai dengan pengucapan huruf “R” yang jelas di akhir kata.
Kata car misalnya diucapkan /kɑr/, berbeda dengan British yang lebih lembut.
Vokal cenderung lebih pendek, sehingga kata bath diucapkan /bæθ/.
American Accent juga sering menggunakan intonasi naik turun yang membuatnya terdengar lebih ekspresif.
Selain itu, aksen ini memiliki variasi regional seperti Southern, New York, dan Californian yang memperkaya keragaman bahasa Inggris di Amerika.
Aksen Southern misalnya, dikenal dengan tempo bicara yang lebih lambat, sedangkan New York accent punya ritme cepat dan tegas.
Bagi Sebagian orang, mereka biasanya lebih familiar dengan American Accent karena banyak digunakan dalam film Hollywood, serial TV, dan lagu pop.
7 Perbedaan British vs American Accent
- Pengucapan huruf “R” → British cenderung tidak mengucapkannya, American selalu jelas.
- Vokal panjang vs pendek → British lebih panjang, American lebih pendek.
- Kosakata berbeda → British bilang lift, American bilang elevator.
- Spelling kata → British menulis colour, American menulis color.
- Intonasi bicara → British lebih formal, American lebih ekspresif.
- Pengaruh budaya → British dipengaruhi tradisi klasik, American dipengaruhi media populer.
- Persepsi global → British dianggap elegan, American dianggap praktis dan mudah dipahami.
Perbedaan ini membuat mahasiswa sering bingung, tapi sekaligus tertarik untuk mempelajari keduanya.
Contoh lain yang sering menimbulkan kebingungan adalah kata football.Dalam British Accent, istilah ini merujuk pada olahraga sepak bola yang kita kenal secara umum.
Dalam American Accent, football berarti olahraga khas Amerika yang berbeda aturan dan cara bermainnya.
Begitu pula kata flat (British) yang berarti apartemen, sementara American menyebutnya apartment.
British menggunakan lorry untuk truk besar, sedangkan American menyebutnya truck.
Perbedaan kosakata ini menunjukkan bahwa aksen tidak hanya soal pengucapan, tetapi juga membawa nuansa budaya dan kebiasaan masyarakat yang berbeda.
Perbedaan makna ini menunjukkan bahwa aksen juga membawa nuansa budaya yang unik.
Hal kecil seperti ini bisa menimbulkan kebingungan dalam komunikasi lintas budaya, sehingga penting bagi mahasiswa untuk memahami konteks penggunaan.
Selain itu, gaya bicara British sering diasosiasikan dengan kesan intelektual, sementara American lebih dekat dengan gaya hidup modern dan global.
Memahami perbedaan British dan American Accent bukan hanya soal gaya bicara, tetapi juga memahami bagaimana bahasa mencerminkan budaya dan cara pandang masyarakat yang berbeda.
Dengan mengenal kedua aksen, pelajar akan lebih siap berkomunikasi di tingkat internasional.
Penulis: Faza Finnaja
Editor: Nabila Wulyandini
















