pbi.umsida.ac.id — Belajar bahasa Inggris kini semakin mudah berkat hadirnya berbagai aplikasi digital yang menawarkan metode interaktif dan fleksibel.
Dua di antaranya adalah Duolingo dan Stimuler, yang samasama populer sebagai media pembelajaran bahasa berbasis teknologi.
Keduanya memiliki pendekatan berbeda, sehingga menarik untuk dibandingkan dalam hal efektivitas, kelebihan, dan relevansi bagi mahasiswa maupun pembelajar umum.
Mengenal Duolingo dan Stimuler
Duolingo dikenal sebagai aplikasi pembelajaran bahasa berbasis gamifikasi yang membuat belajar terasa seperti bermain.
Aplikasi ini menawarkan latihan vocabulary, grammar, listening, dan speaking dengan sistem level yang memotivasi pengguna untuk terus berprogress.
Stimuler hadir sebagai aplikasi alternatif yang menekankan pada latihan terstruktur dengan pendekatan berbasis modul.
Pengguna Stimuler dapat mengikuti materi secara bertahap dengan fokus pada keterampilan akademik dan profesional.
Kedua aplikasi ini samasama populer di kalangan pelajar dan mahasiswa yang ingin meningkatkan kemampuan bahasa Inggris secara mandiri.
Duolingo lebih menonjol dalam hal interaktivitas, sementara Stimuler unggul dalam kedalaman materi.
Keduanya memberikan pengalaman belajar yang berbeda sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Kelebihan dan Kekurangan
Duolingo memiliki kelebihan berupa tampilan yang sederhana, akses gratis, dan sistem poin yang membuat belajar terasa menyenangkan.
Namun, kelemahannya adalah materi yang kadang terlalu umum sehingga kurang mendalam untuk kebutuhan akademik.
Stimuler menawarkan materi yang lebih terstruktur dengan fokus pada grammar dan writing, sehingga cocok untuk mahasiswa yang ingin meningkatkan kemampuan akademik.
Kelemahannya adalah kurangnya elemen gamifikasi sehingga motivasi belajar bisa menurun jika pengguna tidak disiplin.
Duolingo lebih cocok untuk pemula yang ingin belajar bahasa Inggris dengan cara santai dan interaktif.
Stimuler lebih sesuai untuk pengguna yang membutuhkan pembelajaran serius dengan target akademik atau profesional.
Kedua aplikasi memiliki pendekatan berbeda, sehingga pemilihan bergantung pada gaya belajar masingmasing individu.
“Saya merasa Duolingo membantu saya belajar kosakata baru dengan cara yang menyenangkan, sementara Stimuler lebih menantang karena fokus pada grammar,” ungkap salah satu pengguna yang mencoba keduanya.
Rekomendasi Apk Belajar Bahasa Inggris

Bagi mahasiswa yang ingin meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, Duolingo bisa menjadi pilihan untuk latihan harian yang ringan dan konsisten.
Stimuler dapat digunakan sebagai pendamping untuk memperdalam pemahaman grammar dan writing yang lebih formal.
Menggabungkan keduanya bisa menjadi strategi efektif: Duolingo untuk membangun kebiasaan belajar, Stimuler untuk memperkuat aspek akademik.
Mahasiswa disarankan untuk menyesuaikan pilihan aplikasi dengan tujuan belajar masingmasing.
Jika tujuannya adalah komunikasi seharihari, Duolingo lebih praktis dan menyenangkan. Jika tujuannya adalah menulis akademik atau persiapan ujian, Stimuler lebih relevan dan mendalam.
Kedua aplikasi ini menunjukkan bahwa teknologi digital dapat menjadi sahabat mahasiswa dalam belajar bahasa Inggris.
Dengan memanfaatkan aplikasi secara konsisten, mahasiswa dapat meningkatkan kemampuan bahasa Inggris tanpa harus bergantung sepenuhnya pada kelas formal.
Belajar bahasa Inggris kini bukan lagi hal yang sulit, karena tersedia berbagai media digital yang mendukung proses belajar.
Duolingo dan Stimuler hanyalah dua contoh dari banyak aplikasi yang bisa membantu mahasiswa mencapai target bahasa Inggris mereka.
Selain itu, perkembangan aplikasi pembelajaran bahasa seperti Duolingo dan Stimuler juga mencerminkan perubahan gaya belajar generasi muda.
Mahasiswa kini lebih terbiasa dengan teknologi yang interaktif, sehingga aplikasi digital menjadi pilihan utama untuk mendukung proses belajar seharihari.
Perbandingan antara Duolingo dan Stimuler menunjukkan bahwa setiap aplikasi memiliki kekuatan dan kelemahan masingmasing.
Duolingo unggul dalam membangun kebiasaan belajar dengan cara yang menyenangkan, sementara Stimuler lebih fokus pada kedalaman materi akademik.
Keduanya mencerminkan tren pembelajaran bahasa di era digital, di mana teknologi bukan hanya menjadi alat bantu, tetapi juga sahabat dalam proses belajar.
Dengan semakin banyaknya pilihan aplikasi, mahasiswa dan pembelajar bahasa Inggris dapat menyesuaikan strategi belajar sesuai kebutuhan pribadi.
Yang terpenting bukan hanya aplikasi yang digunakan, tetapi konsistensi, motivasi, dan keberanian untuk terus berlatih.
Kehadiran Duolingo dan Stimuler menjadi bukti bahwa belajar bahasa Inggris kini bisa dilakukan kapan saja, di mana saja, dengan cara yang lebih fleksibel dan menyenangkan.
Penulis: Faza Finnaja
Editor: Nabila Wulyandini
















