pbi.umsida.ac.id – Penelitian yang dilakukan oleh dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Wahyu Taufiq MEd, bersama dengan Sheila Agustina MPd, Dr Fika Megawati MPd, juga beberapa mahasiswa, yaitu Nafi’ah Aghni Setyowati dan Sevya Dwi Gita Nurani, bertujuan untuk mengoptimalkan pembelajaran bahasa Inggris di sekolah menengah atas dengan menggunakan model pembelajaran kontemporer, yaitu pendekatan Happy Learning dan integrasi animasi papan tulis. Penelitian ini dilakukan untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh guru Bahasa Inggris di Sidoarjo, Indonesia, dalam meningkatkan keterlibatan siswa dan metode pengajaran yang efektif.
Tantangan Pembelajaran Bahasa Inggris di Sekolah Menengah Atas
Pembelajaran bahasa Inggris di sekolah menengah atas sering kali menemui tantangan besar dalam meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa. Banyak guru yang masih mengandalkan metode pengajaran tradisional yang cenderung monoton dan tidak mampu memenuhi kebutuhan gaya belajar yang beragam dari siswa. Hal ini mengakibatkan rendahnya motivasi belajar siswa, sehingga berdampak pada hasil akademik yang kurang memuaskan. Di samping itu, penggunaan teknologi pendidikan yang terbatas turut memperburuk situasi ini, membuat pembelajaran menjadi kurang menarik bagi siswa.
Berdasarkan pengamatan awal, guru-guru bahasa Inggris di Sidoarjo masih kesulitan dalam mengaplikasikan metode pengajaran yang lebih inovatif dan menggabungkan teknologi dengan pendekatan yang menyenangkan. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada penerapan pendekatan Happy Learning dan penggunaan animasi papan tulis sebagai solusi untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran bahasa Inggris.
Pelatihan dan Mentoring untuk Guru Bahasa Inggris
Penelitian ini melibatkan 47 guru bahasa Inggris dari sekolah menengah atas di Sidoarjo, yang mengikuti program pelatihan dan mentoring selama satu bulan. Program ini dirancang untuk memperkenalkan dan melatih guru dalam menggunakan model pembelajaran kontemporer yang melibatkan pendekatan Happy Learning dan teknologi animasi papan tulis. Workshop dan sesi mentoring ini bertujuan untuk memberikan guru keterampilan praktis dalam mendesain pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.
Selama program, guru-guru dilatih untuk membuat materi pembelajaran menggunakan aplikasi animasi papan tulis seperti Powtoon dan Canva. Mereka juga diperkenalkan dengan konsep pembelajaran berbasis permainan yang dapat digabungkan dengan media animasi untuk meningkatkan partisipasi siswa. Metode pelatihan ini dilakukan dengan pendekatan praktis, di mana guru langsung mempraktekkan materi yang mereka pelajari dalam kelas mereka sendiri.
Peningkatan Kepercayaan Diri dan Manajemen Kelas Guru
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kontemporer dengan animasi papan tulis berhasil meningkatkan kepercayaan diri guru dalam mengelola kelas yang interaktif. Sebanyak 67% guru melaporkan merasa lebih percaya diri dalam menggunakan teknologi untuk mengajar setelah mengikuti workshop, sementara 33% lainnya sangat setuju dengan hal tersebut. Selain itu, 67% guru juga merasa lebih mudah dalam mengelola kelas interaktif, menunjukkan bahwa program ini efektif dalam membekali guru dengan keterampilan untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih dinamis dan menarik.
Di sisi lain, meskipun sebagian besar guru merasa lebih percaya diri, beberapa di antaranya masih lebih memilih metode tradisional dalam mengajar. Namun, mereka tetap mengakui bahwa pendekatan kontemporer seperti Happy Learning dan animasi papan tulis memberikan dampak positif terhadap keterlibatan siswa.
Transformasi Pembelajaran dengan Teknologi dan Pendekatan Positif
Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi model pembelajaran kontemporer seperti Happy Learning dan penggunaan animasi papan tulis memiliki dampak positif dalam meningkatkan kualitas pengajaran bahasa Inggris di sekolah menengah atas. Guru-guru yang mengikuti pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan mereka dalam mengelola kelas, tetapi juga mampu mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif.
Meskipun ada beberapa tantangan, seperti ketergantungan sebagian guru pada metode tradisional, penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan teknologi dan pendekatan yang menyenangkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan membuat pembelajaran bahasa Inggris lebih efektif. Program ini juga menunjukkan pentingnya pelatihan berkelanjutan bagi guru untuk terus memperbaharui metode pengajaran mereka, sehingga dapat memenuhi kebutuhan siswa yang semakin beragam di era digital ini.
Ke depan, penelitian ini diharapkan dapat dijadikan referensi bagi sekolah-sekolah lain untuk menerapkan metode serupa dalam pembelajaran bahasa Inggris. Selain itu, penting bagi pemerintah dan lembaga pendidikan untuk memberikan dukungan lebih lanjut, baik dalam hal pelatihan guru maupun penyediaan teknologi yang mendukung proses belajar mengajar yang lebih inovatif.
Penulis: Mutafarida