Satu Bulan di Thailand, Kisah Monica Mengikuti KKN Internasional di Thailand

KKN-PLP Internasional Thailand yang dilaksanakan pada 31 Oktober sampai 28 November 2022 sangat berkesan. Nervous dan excited bercampur jadi satu. Banyak pengalaman dan kejadian yang tak terduga yang saya alami dalam satu bulan itu. Jika diingat lagi lucu rasanya, tapi rindu juga.

Pada saat sampai di KLIA, ada kejadian yang menimpa saya. Tas punggung saya tertukar dengan wisatawan asal Malaysia. Kami semua panik waktu itu karena tas itu berisi barang-barang penting dan berharga. Untungnya, kami berhasil menemukan orang yang membawa tas saya, meskipun harus berlari – larian di airport. Lega rasanya…

Pada siang hari tanggal 1 November 2022 saat tiba di Santiwit Songkhla Santiwit School, yang saya rasakan hanya perasaan excited, tidak terpikirkan hal-hal buruk di luar ekspektasi. Kami disambut dengan meriah oleh warga sekolah… senang sekali! Hingga pada akhirnya kami dipersilakan untuk makan siang, dan kami menikmati Tom Yum, hidangan otentik dari Thailand. Namun, sebagai orang Indonesia, rasanya cukup asing di lidah.

Selanjutnya, tanggal 2 November 2022 adalah hari penjemputan ke sekolah penempatan masing – masing. Saya ditempatkan di Songkhla Technological College, Songkhla, kota di mana mayoritas masyarakatnya berbahasa Thailand. Sulit bagi saya untuk beradaptasi di kota ini pada 2 minggu pertama. Kendala terbesar kami di sini adalah terkait bahasa. Saya kurang dibekali Bahasa Thailand, dan masyarakat di sana tidak bisa berbahasa Inggris. Di sekolah, hanya ada 1 guru yang bisa berbahasa Inggris. Semua siswanya hanya berbahasa Thai dan Melayu, itupun sangat berbeda dengan Bahasa Melayu di Kuala Lumpur. Pening sekali rasanya, tapi saya juga beruntung karena salah satu rekan KKN saya berasal dari Thailand. Dia sangat membantu dalam komunikasi sehari – hari.

Di sisi lain, saya juga belajar budaya baru yang sebelumnya tidak saya ketahui sama sekali. Di sekolah, kami diminta mengikuti perayaan budaya Loy Krathong, salah satu festival budaya terbesar di Thailand yang merupakan salah satu bentuk ritual keagamaan. Ritual Loy Krathong dilakukan dengan melepaskan rangkaian bunga dalam wadah terapung yang dilapisi daun dan dilengkapi dengan lilin serta dupa ke danau atau sungai. Ritual ini dipercaya dapat membuang hal buruk yang ada di dalam tubuh. Tidak ada tanggal tertentu untuk memperingati Loy Krathong karena festival ini diperingati di setiap malam purnama.

Selain itu, kami juga mengunjungi beberapa tempat yang populer di sekitar Songkhla. Saya juga akhirnya memiliki banyak teman dari sana. Beberapa siswa di sekolah berteman dengan kami karena tinggal bersama. Ketika kami ada kesulitan, mereka pasti membantu. Sampai saat ini, kami masih saling berkomunikasi.

Pengalaman selama satu bulan di Thailand ini sangat berharga buat saya. Banyak sekali pelajaran yang bisa diambil. Awalnya saya merasa satu bulan ini cukup lama. Namun, begitu mendekati hari pulang, ternyata satu bulan saja tidak cukup. Jikalau ada kesempatan untuk kembali lagi ke Songkhla, saya pasti kembali. Terima kasih atas pengalamannya!

Related Posts

PBI UMSIDA Perbarui Kerjasama dengan SMPN 1 Wonoayu

Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris UMSIDA, Dr. Fika Megawati, M.Pd., didampingi...

Pengelola Jurnal PBI UMSIDA Hadiri Undangan Workshop DIKTI-RISTEK

Pada tanggal 8 Desember 2022, DIKTI-RISTEK bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah...

Leave a Reply