Hari Sabtu, tanggal 21 September 2019, merupakan hari bersejarah bagi dua mahasiswa PBI UMSIDA, Mauliya Avivi dan Nur Sholikha Muntiari. Mereka berdua mengikuti even yang diselenggarakan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA),  Java English Competition (JEC) 2019. Keduanya berhasil lolos penyaringan “Java Inter-College Essay Competition” hingga babak semifinal. Di tahap ini peserta di minta menulis English essay dengan berbagai aturan yang harus di ikuti. Diantaranya durasi untuk menulis selama 60 menit, tidak membuka gadget seperti hp dan laptop, menulis 270-400 kata, dan lain-lain.

Setelah melewati tahap semifinal, panitia dan juri akan menentukan 5 peserta yang akan lanjut ke tahap final. Ini adalah tahap paling akhir yang harus dilewati peserta. Di sini peserta harus mempresentasikan hasil esai yang telah di tulis di hadapan para juri, panitia, dan peserta lainnya. Peserta memiliki waktu 10 menit untuk presentasi dan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari para juri mengenai esai yang telah di tulis.

Dari hasil selekasi akhir, Avivi yang menulis tentang “The Significance of Building Network in IR 4.0 for Students”, lanjut ke babak final sehingga harus presentasi di hadapan juri tentang apa yang ditulisnya. Alhamdulillah, UMSIDA berhasil meraih juara 1 dalam kompetisi tersebut. Berikut adalah ungkapan dari para peserta.

“Saya sangat bersyukur nama saya tertulis pada lomba itu sebagai semifinalist dari tulisan saya yang berjudul The Impact of Technology and Internet as a Knife for Learners in IR 4.0.  Ini semua juga atas dukungan dari berbagai pihak. Melalui pengalaman ini, saya belajar bahwa dalam hidup diperlukan sebuah angan walau mungkin menurut kita masih belum mampu untuk meraihnya, namun kuasa Allah tidak lah sempit, apapun yang atas izin-Nya semua akan mudah untuk terjadi.” (ungkap Tia)

“Menjadi finalist JEC 2019 adalah pengalaman yang berharga. Terima kasih atas doa dan support dari orang tua, dosen, teman dan saudara saya. Hal ini mengingatkan saya pada pesan yang saya terima dan selalu saya ingat dari orang-orang hebat yang saya kenal yaitu “sering berlatih, apapun hasilnya itulah yang terbaik.”  Pesan untuk teman-teman yang lainnya, lakukan apa yang kamu bisa dan terus berlatih untuk meningkatkan kemampuanmu karena kalian semua adalah orang-orang hebat.” (ungkap Avivi)

Dengan prestasi yang diraih pada kompetisi ini, diharapkan mahasiswa termotivasi untuk giat berlatih sehingga lebih precaya diri dalam mengembangkan ketrampilan bahasa Inggris yang ditekuni. (fm)

 

Type your Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *